
29 Mei 2008 | 19:00
30 Mei 2008 | 16:30
Tujuh Samurai 207 menit
Akira Kurosawa 1954
Pemain : Takashi Shimura, Toshiro Mifune, Seiji Miyaguchi
Perampokan merajalela. Warga desa menyewa samurai untuk melidnungi mereka. Kanbei adalah samurai tak bertuan yang mereka saksikan tengah melawan sekawanan perampok. Samurai ini setuju untuk bekerja dan mulai menyeleksi 6 samurai lainnya.
Japan Foundation
Gedung Summitmas I Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62
Jakarta
520-1266
Gratis
Friday, May 30, 2008
Shichinin no Samurai
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
13:07
0
comments
Labels: Japan Foundation
Madadayo
29 Mei 2008 | 16:30
30 Mei 2008 | 19:00
Akira Kurosawa 1993
Pemain : Tatsuo Matsumura, Kyoko Kagawa, Hisashi Igawa
Setelah prof. Uchida pensiun, beberapa bekas siswanya tetap datang berkunjung. Mereka menemukan berbagai hal unik di rumah profesor tua itu. Bekas siswa ini juga membentuk klub ‘Mada-kai’ dan juga datang berkunjung setelah rumah guru mereka hancur karena bom serangan udara di Tokyo. Ketika mereka sudah berkeluarga, mereka membawa serta keluarga mereka datang berkunjung. Setiap pertemuan selalu diawali dengan pertanyaan ‘Mada kai?’ (masih hidup?). Profesor Uchida akan selalu menjawab dengan ‘mada dayo’ (masih tuh!)…
Japan Foundation
Gedung Summitmas I Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62
Jakarta
520-1266
Gratis
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
13:05
0
comments
Labels: Japan Foundation
Monday, November 26, 2007
Pacchigi
18:30
26 November 2007
The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120
Kazuyuki Izutsu, 2004
drama musical, 119 min
Film yang diposisikan sebagai film Jepang terbaik tahun 2005 oleh Kinema Junpo
Kyoto tahun 1968.
Cerita dimulai ketika sejumlah anggota kelompok Karate di sebuah SMA di Kyoto menghina dua orang gadis dari sebuah SMA Korea. Sebuah perang kecil pun meletus ketika para gadis Korea tersebut mengajak anak-anak laki-laki dari sekolah mereka, dipimpin oleh Lee Ang-son, untuk membalas dendam.
Akibat perang kecil ini, para anak-anak Jepang pun ditegur oleh guru mereka, dan dua anak, yaitu Kosuke dan Norio, disuruh untuk pergi ke sekolah Korea dan memberikan tawaran perdamaian: yaitu agar kedua sekolah tersebut memainkan pertandingan sepakbola pershabatan.
Ketika mereka sedang berada di sekolah Korea tersebut, Kosuke mendengar sebuah suara musik yang sangat indah. Dia mengikuti suara tersebut hingga sampai ke ruang musik. Di sanalah dia melihat seorang gadis yang sedang bermain seruling, yang ternyata merupakan adik perempuan Ang-son, Kyung-ja.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
18:11
0
comments
Labels: Japan Foundation
Linda Linda Linda
16:00
26 November 2007
The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120
Yamashita Nobuhiro, 2005
drama musical, 114 min
Urutan ke-6 dari daftar ’10 Film terbaik 2005’ versi Kinema Junpo ke 79. Film ini menggunakan pendekatan minimalis dan tenang untuk menyampaikan idenya.
Beberapa hari sebelum festival kebudayaan suatu sekolah di Tokyo, sebuah kelompok musik perempuan menghadapi sebuah dilemma. Tiga hari sebelum festival dimulai, sang gitaris mengalami cedera jari (sebenarnya dia hanya tidak mau kukunya patah).
Akibatnya pertengkaran pecah antara sang gitaris dengan Kyoko.
Oleh sebab itu, kelompok musik tersebut harus segera menemukan gitaris dan vokalis baru. Seorang murid Korea dari program pertukaran pelajar, Song, sedang duduk di ruangan sebelah, dan para anggota band memberanikan diri untuk menanyakan apakah Song bersedia menjadi vokalis mereka. Bahasa Jepang dia tidak sempurna, dan dia tidak pernah bernyanyi di depan penonton, namun dia bersedia untuk menjadi vokalis band itu.
Mereka kemudian berlatih dan berlatih terus, namun entah bagaimana mereka tidak bertambah baik. Walaupun demikian, rasa persahabatan yang dalam kemudian timbul di antara keempat gadis tersebut..
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
17:55
0
comments
Labels: Japan Foundation
Friday, November 9, 2007
Nabbie's Love (Nabii no Koi)
14:00
9 Nopember 2007
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
karya Yuji Nakae, 1999
In Nabbie's Love, audiences can see the many beautiful landscapes of Okinawa and listen to Japanese folk songs and the sound of Sanshin, a traditional Japanese musical instrument.
The central figure in this heart-warming story is Nabbie, a 79 year-old woman living in a small island of Okinawa, full of music and singing. Her granddaughter Nanako returns to the island from Tokyo after quitting her job. On the boat, there is a dandy guy named SunRa, and it turns out that he is about to see Nabbie for the first time in 60 years.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
21:54
0
comments
Labels: Japan Foundation
Tuesday, November 6, 2007
The Crying Wind (Fuon)
14:00
6 Nopember 2007
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
karya Yoichi Higashi, 2004, 106 menit
THE CRYING WIND is a collaboration between the prize-winning Okinawan writer Medoruma Shun, and the veteran, socially-engaged Japanese film director Higashi Yoichi.
The setting is the present-day, more than fifty years after the end of World War 2, in a small seaside village in northern Okinawa. In an open-air burial ground on a cliff near the ocean, there is a skull of a Japanese kamikaze pilot. The villagers call it the “Crying Head” and fear it . . .
Based on two short stories, the film has been scripted by the writer himself. Taking place in the setting of Okinawa's abundant natural beauty and the still vivid traces of the war, the story centers on the vibrant lives of young boys within a web of encounter and parting of people in the village.
This film won the Innovation Award at the Montreal World Film Festival 2004,for its poetic quality.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
19:40
0
comments
Labels: Japan Foundation
Monday, November 5, 2007
Tora-san's Tropical Fever (Torajiro Haibisukasu no Hana)
16:00
5 Nopember 2007
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
karya Yoji Yamada, 1980, 109 menit
Pemain: Chieko Baisho, Kiyoshi Atsumi
Genre: Serial Comedy Drama, Family Drama
Making a delivery to a seedy snack bar part of Tokyo, Tora-san's brother-in-law Hiroshi (Gin Maeda) runs into Lily (Asaoka), the beautiful but not-very-good singer in love with Tora-san. (Tora-san first met Lily in 1973's Tora-san's Forget-Me-Not and again in 1975's Tora-san's Rise and Fall.) Hiroshi invites Lily to the family's Japanese sweets shop in Shibamata for dinner, but she begs off - she misses them but is reluctant to accept their pity for her.
One month later Tora-san (Kiyoshi Atsumi), the itinerant peddler and black sheep of the Kuruma family, returns home just as a special delivery letter arrives from Lily. Touring the downtrodden cabaret scene in Okinawa, Lily is seriously ill in hospital and asks to see Tora-san. Faced with an agonizing three-day by train and ship-ride to the island, Tora-san's sister, Sakura (Chieko Baisho), buys him a plane ticket so that he can be there in a matter of hours.
Though Tora-san almost refuses to board the plane, his first flight ever, because he's terrified of flying he's eventually coaxed aboard by some JAL stewardesses and makes his way to the hospital in Okinawa where he's reunited with Lily and begins nursing her back to health.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
19:31
0
comments
Labels: Japan Foundation
Thursday, September 27, 2007
Torajiro yuuyake koyake
15:00
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
Gratis, tiket dapat diambil di kantor JF satu minggu sebelum pemutaran
karya Yoji Yamada, 1976, 109 menit
Pemain: Chieko Baisho, Kiyoshi Atsumi
Genre: Serial Comedy Drama, Family Drama
Tora iba pada Seikan yang tampak miskin tetapi sombong dan menawari laki-laki itu untuk menginap. Sebagai tanda terima kasih Seikan memberinya lukisan yang ternyata bernilai tinggi. Suatu hari Tora meminta tolong pada Seikan untuk membantu Botan, seorang geisha yang kena tipu. Seikan menolak dan Tora pun marah.
This is the first Tora-San film I've seen, and it did not feel like this was the 17th film in a series of 48. The plot, character development, and story were complete on their own. The film centers on Tora-San, an affable lomanesque salesman who returns to the home of his loving sister and brother-in-law. Following a light-hearted family argument, he goes out, gets drunk, and befriends and brings home an elderly drinking friend. The old souse awakes believing he is in a hotel, and begins ordering the "help" around.
After putting up with his condescension for two days, Tora-San confronts the guest on behalf of his family. Now sober, the guest, Ikenouchi, is abashed at his behavior, and makes amends by doodling a sketch and instructing Tora-San where he can go cash-in the artwork for money. As it turns out, Tora-San's new friend is one of Japan's most famous artists and the doodle sells for 70,000 Yen. Ikenouchi returns to his cushy home, and when the two meet again on a trip to Tokyo, the tables are turned, with Ikenouchi playing host and Tora-San over-stepping his bounds as guest (which is again met with minimal protest in the apparently overly-hospitable Japanese culture).
While in Tokyo with Ikenouchi and the Mayor of Tokyo, Tora-San runs into Botan, a geisha and old friend. Upon returning to his family home, Tora-San is visited by her and learns that she has come in an attempt to recover 2 Million Yen that a Tokyo businessman swindled from her. Empathetic and eager to battle inequity, Tora-San sets out to rectify the situation.
The highlight of the film is the subsequent exchange where Tora-San asks Ikenouchi to paint a piece that he can sell to recover 2Million Yen for Botan. Ikenouchi struggles to make Tora-San understand his unwillingness to use his art as currency and Tora-San feels his friend is selfishly placing this unfamiliar and seemingly petty artistic dogma ahead of the more obvious ideals of friendship and justice. Rejected and angry, Tora-San vows to never speak to his friend again.
In the end, Tora-San reunites with Botan, who proudly shows Tora-San the "Ikenouchi Original" she received in the mail. Unsure why it was sent, Botan explains that she refuses to sell the piece for 2Million Yen, as the letter which accompanied the painting suggested, but instead, chooses to treasure it forever.
Great writing, characters, humor, and pacing that can easily keep the attention of modern audiences, this film was an absolute treat. If you have the opportunity to see it, don't pass it up. — tony@deproduction.org from Denver
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
02:56
0
comments
Labels: Japan Foundation
Wednesday, September 26, 2007
Tabi no Onna to Torajiro
15:00
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
Gratis, tiket dapat diambil di kantor JF satu minggu sebelum pemutaran
karya Yoji Yamada, 1983, 101 menit
Pemain: Chieko Baisho, Kiyoshi Atsumi
Genre: Serial Comedy Drama, Family Drama
Kali ini Tora-san berpetualang ke Pulau Sado. Diperjalanan ia bertemu dengan wanita berwajah melankolis. Tentu saja, Tora pun jatuh cinta. Tora tidak sadar bila wanita itu adalah Harumi, penyanyi yang sangat terkenal di Jepang. Mereka berkenalan.
Kiyoshi Atsumi (Tora-san)
Chieko Baisho (Sakura, Torajiro's sister)
Hidetaka Yoshioka (Mitsuo, Sakura's son)
Chishu Ryu (Priest)
Chieko Misaki (Tsune, Torajiro's Aunt)
Hisao Dazai (Umetaro, Hiroshi's Boss)
Masami Shimojo (Uncle)
Gin Maeda (Hiroshi, Sakura's husband)
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
02:18
0
comments
Labels: Japan Foundation
Tuesday, September 25, 2007
Torajiro ajisai no koi
15:00
The Japan Foundation
Summitmas 1 Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 - 62
T 520-1266 # 120
Gratis, tiket dapat diambil di kantor JF satu minggu sebelum pemutaran
karya Yoji Yamada, 1982, 110 menit
Pemain: Kiyoshi Atsumi, Chieko Baisho, Ayumi Ishida
Genre: Serial Comedy Drama, Family Drama
Tora-san tinggal di rumah Kano, seniman keramik senior. Di sana ia bertemu dengan Kagari, pelayan rumah di sana. Namun, Kagari pulang kampung setelah gagal menikah dengan laki-laki yang dijodohkan Kano. Kepergian kagari membuat Tora merasa kehilangan. Tora yang jatuh cinta menemui Kagari di Kamakura ditemani Mitsuo, keponakannya. Kagari kecewa karena Tora datang berdua.
In this episode of the long-running Tora-san series, Torasan falls in love, this time with a woman named Kagari works as maid for a famous ceramic artist who is a living national treasure.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
01:58
0
comments
Labels: Japan Foundation
Saturday, September 8, 2007
Ganbatte ikimasshoi
7 September 2007 | 16:30
Ayo Berjuang
1998/120 menit
Sutradara : Itsumichi Isomura
Pemain : Rena Tanaka, Mami Shimizu,Wakana Aoi
The Japan Foundation
Summitmas I, Lantai 2-3, Jend Sudirman 61-62 Jakarta 12190
T 520 1266 F 525 5159
pkj@jpf.or.id
Etsuko mendirikan klub mendayung di sekolahnya. Sayang, para anggotanya merasa minder. Mereka juga mereka tidak memiliki pelatih professional.Sulit rasanya untuk menandingi kelompok Boo yang sudah lama menjadi musuh bebuyutan Etsuko.
Swing Girls
7 September 2007 | 19:00
2004/105 menit
Sekelompok gadis terpaksa mengikuti bimbingan remedial untuk pelajaran matematika. Alih-alih belajar, para gadis ini justru sibuk mencari cara untuk kabur dari kelas dengan dalih mengirimkan rangsum makan siang bagi kelompok marching band yang tengah berlaga. Takuo yang jenuh dengan aktivitas marching band akhirnya tersemangati oleh kehadiran para gadis ini.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
06:31
0
comments
Labels: Japan Foundation
Friday, September 7, 2007
Koisuru Onnatachi
6 September 2007 | 16:30
Gadis-gadis yang jatuh cinta
1986/98 menit | Sutradara : Kazuki Omori
Pemain : Yuki Saito,Maiko Takai,Haruko Sagara
The Japan Foundation
Summitmas I, Lantai 2-3, Jend Sudirman 61-62 Jakarta 12190
T 520 1266 F 525 5159
pkj@jpf.or.id
Takako dan 3 sahabatnya tengah berada di usia pubertas. Tingkah mereka terkadang aneh saat jatuh cinta, seperti Midoriko yang selalu mengadakan upacara pemakaman saat ia jatuh cinta. Ternyata pengalaman cinta membuat mereka sedikit lebih dewasa.
Kono Mado Wa Kimi No Mono
6 September 2007 | 19:00
Jendela ini Milikmu
1994/95 menit
Yoko akan pindah ke Hokkaido. Maeda yang menaruh hati padanya meminta izin untuk rebah di pangkuannya. Namun hati Yoko tertaut pada Taro yang ternyata diam-diam menyukainya. Kisah manis ini ditutup dengan pesta kembang api yang menerangi langit malam.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
06:33
0
comments
Labels: Japan Foundation
